Fakta Nyata Tentang Kerja Keras

Tanyakan saja pada orang-orang kaya tentang rahasia kesuksesan mereka, satu diantara sepuluh orang itu pasti mengatakan : "KERJA KERAS. ada dua alasan yang melatar belakangi jawaban tersebut.

1. karena dia yakin hal itu benar
2. karena dia terilhami orang lain untuk kerja keras

tetapi lihatlah kenyataan yang ada. lihatlah orang-orang disekitar anda, anda akan melihat bahwa bukan hanya kerja keras yang diperlukan untuk mencapai kesuksesan, bila demikian, pastilah para petani di Cina, buruh tambang di Bolivia, orang Indian yang kurus kering bisa menjadi miliuner.

orang-orang Indonesia meyakini kerja keras adalah kebaikan bagi mereka yang melakukannya berapapun hasil yang dicapai. ini merupakan suatu dogmatis yang kuat disemua Negara. dorongan kuat untuk bekerja keras, sangat disakralkan disetiap tempat ibadah bagi setiap individunya. berabad-abad lalu ukuran ukuran keberhasilan seseorang dilihat dari hasil yang didapat setiap hari.

berapa banyak lahan yang telah digali, berapa besar kemampuan yang dapat dipikul, berapa keris yang telah dibuat. dalam komunitas pelopor pekerjaan yang mendesak bahkan lebih berat misalnya memadamkan kebakaran hutan, menebang pohon, menanam tanaman, memanen, membangun sarana tempat tinggal, menggali sumur dan lainnya.

tetapi dalam dunia bisnis sekarang, bekerja keras berarti bekerja dengan giat, kerja lebih giat berarti berkurang waktu anda untuk bersantai dan berkumpul dengan keluarga. anda senang dengan kondisi seperti itu? jujur saja saya tidak senang, karena itulah saya berusaha mencari cara agar saya mendapatkan banyak uang tanpa perlu bekerja keras, mungkinkah? tentu saja mungkin, banyak orang yang sudah membuktikannya, berhasilkah mereka? tentu saja banyak yang berhasil, saya bisa anda pun bisa. pasti!

~ Bahaya Kerja Keras Bagi Karir anda ~

benarkah kerja keras meningkatkan karir anda? tidak juga, coba pertimbangkan kasus di bawah ini.

Wilkins tua, yang tiap waktu bergulat dalam kesibukan penjualan ekspor, beliau mengetahui benar pesan yang berhubungan langsung dengan penguasa di Afrika, beliau memahami aturan di negara lain pada penduduknya itu sendiri. bahkan yang berhubungan dengan pertukaran nilai mata uang antar negara misalnya di negara bagian Spanyol. beliau sangat mengerti banyak tidak hanya di Spanyol di Venezuela pun dari mulai kapan hari libur industri perbankan hingga tagihan surat pengiriman dan agen ekspedisi negara tersebut mudah dikenali.

 untuk mendapatkan pengetahuan sebanyak itu, dia menghabiskan waktunya untuk bekerja. dia jarang bertemu dengan anak dan istrinya. Wilkins mengira hanya itulah satu-satunya cara agar dia dapat sukses. banyak orang yang mirip dengan Wilkins tua, berminggu-minggu mereka menghabiskan waktu dengan kesibukan hingga melalaikan keluarga. ini adalah sebuah kekeliruan, jelas bahwa apa yang mereka lakukan adalah menggiring diri mereka sendiri kedalam lubang kehancuran.

~ Kerja Keras menghalangi kreativitas ~

Mari kita ambil sebuah contoh kasus di Jepang yang dikenal dunia sebagai masyarakat pecandu kerja. bahkan anak-anak kecil Jepang menjadi korban dari budaya tersebut. Usia sekolah dasar saja masa belajarnya mencapai delapan belas jam sehari. kemudian waktu belajar berlanjut di rumah hingga tengah malam. ditingkat Universitas, mereka bertahun-tahun berkutat dalam hal penelitian dan penciptaan.

bahkan saat makan hanya sempat mengunyah roti kecil, tidak ada waktu untuk santai, tak ada waktu menonton hiburan, lebih gila lagi mereka menghabiskan hari dengan berdiam di rumah dan hanya itulah waktu renggang yang mereka miliki, kini orang Jepang diyakini dunia miniatur, modifikasi dan inspirasi bagi inovasi pekerja, dalam semangat kerja yang tidak kenal lelah untuk menjadi Insinyur tangguh

~ Kerja keras mengganggu kesehatan ~

jadi pernyataan yang disebutkan Ronald Reagan di atas adalah sebuah kebenaran, tidak banyak orang mengetahui bahwa pada petani Inggris pada abad ke 20 meninggal pada usia 50 an. mereka cenderung liar seperti binatang, benar-benar membosankan, bukan hanya para petani juga para pekerja pertambangan dan pabrik bernasib sama.

mereka bekerja melampaui kekuatan tubuhnya. sehari mereka harus bekerja 16 sampai 18 jam. tingkat kecelakaan dan kematian yang menimpa pekerja rel kereta api di Amerika meningkat hingga 70 persen, begitupun di CIna dan Rusia yang terjadi pada abad ke 20 an masyarakat dunia pun mengenalnya sebagai "kamp Pekerja" yang diibaratkan sebagai kamp kematian. kini di hampir seluruh dunia para pekerja berkerah putih sebenarnya bernasib serupa. yakni berada dibawah sebuah tekanan otoritas baik internal maupun eksternal perusahaan.

berdasarkan penelitian di Amerika, setiap orang yang bekerja lebih dari 48 jam setiap minggu akan lebih cepat di serang penyakit jantung koroner, daripada yang bekerja 40 jam seminggu.

menurut catatan medis dalam sebuah surat kabar di Eropa persaingan dan perilaku agresif dapat menimbulkan penyakit hapatitis, terutama bagi mereka yang berusia menjelang umur 60 tahun.

dalam sebuah penelitian ditemukan bahwa kemacetan lalu lintas dapat menyebabkan stres dan hipertensi yang mudah mendatangkan kematian.

meskipun teknologi berkembang namun bukannya mengurangi jam kerja, malah menambahnya. bukankah teknologi diciptakan untuk membantu manusia. bukankah teknologi dibuat untuk meringankan kerja manusia, salah siapa? bukan yang menciptakan teknologi yang salah, tetapi penggunanya siapa yang menggunakannya? ya saya dan anda.

~ Bagaimana dengan mereka yang gila kerja? ~ 

memang benar jika pengusaha di dunia mengalami kehidupan yang membosankan, bahkan ada yang kecanduan pekerjaan, misalnya Tony O'Reily, selamaa karir hidupnya sebagai pemain tim rugby Inggris hingga pensiun di tahun 1999, kemudian bekerja diperusahaan surat kabar, selama semusim tidak memiliki waktu untuk berhenti dan istirahat.

contoh lainnya adalah Rupert Murdoch. kehidupan berubah setelah menerima warisan, dan menjadikannya seorang konglomerat dadakan. sayangnya ia tidak mewarisi bakat sang ayah. dikepalanya hanya ada satu kata kerja, kerja dan kerja, punya banyak uang tapi tak mampu menikmati hidup. untuk apa uangnya?

Baca Yang ini Juga Ya....

1 komentar: