KUMPUL KEBO, NGGAK MASALAH LAGI?

CatatanKu - Kamu sudah tahu kan bahwa kumpul kebo itu, merupakan salah satu bentuk perilaku seks bebas? tapi, sama nggak kumpul kebo ama seks bebas? mengapa orang memilih melakukan kumpul kebo? dan apa dampak-dampak negatif yang bakal ditimbulkannya? hayooo,,,, kamu bingung kan? nah supaya nggak bingung simak baik-baik penjelasan berikut ini,

~ Apa sih, Artinya Kumpul Kebo? ~

Dalam bahasa Indonesia Kebo itu artinya Kerbau, kamu tahu kan Kerbau? itu, tuh hewan yang biasanya di pake oleh petani untuk membajak sawahnya, gimana perilaku Kebo ya,,,,? ya, getuuh deh,,, Karena nggak ada aturan hewan-hewan itu biasanya itu biasa hidup seenaknya, tinggal dalam satu kandang seenaknya, bercampur jadi satu antara yang jantan dan betina. 

melakukan hubungan seksual dengan lawan jenis seenaknya, sudah itu ia nggak perlu pusing untuk mempertanggungjwabkan segala akibat yang ditibulkannya, di dunia mereka hidup begini nggak ada problemnya, karena mereka hidup bukan berdasarkan aturan-aturan atau norma-norma, tetapi mereka hidup hanya berdasarkan naluri (insting) yang mereka miliki.

nah kalau dalam bergaul dengan lawan jenis, kamu memilih hidup dan tinggal bersama satu atap dengannya tanpa sebuah ikatan perkawinan yang sah, kamu sama saja dengan hewan namanya kebo tadi, orang-orang kemudian menyebut gaya hidup kamu yang seperti ini dengan istilah kumpul kebo, sebutan itu untuk menunjukkan bahwa apa yang kamu lakuin merupakan hal yang tidak baik dan dipandang negatif oleh masyarakat.

kok bisa begitu yah,,,? ya iyyalah ,,, soalnya masyarakat Indonesia pada umumnya biasa menilai bahwa hidup satu rumah itu identik dengan kehidupan berkeluarga antara seorang laki-laki dan seorang perempuan yang sudah mengikrarkan perkawinannya secara sah, nah kalau kamu belum punya ikatan perkawinan yang sah lalu hidup satu rumah, itu melanggar namanya, orang yang hidup semau gue dan tidak mau memenuhi aturan baik dalam beragama maupun norma-norma yang berlaku, maka ia sama saja dengan hewan, hewan itu kan tidak tahu aturan. iya nggak guys,,,,,,?

bagi masyarakat yang berpegang teguh pada nilai-nilai agama dan norma-norma susila, kehidupan yang seperti ini tentu saja tidak bisa dibiarkan. bahkan bagi kebanyakan orang, hal semacam ini dipandang sebagai sebuah aib bagi masyarakat di sekitarnya, mereka malu kalau di kampung atau disekitar tempat tinggal mereka ada yang melakukan hal demikian. perbuatan itu dianggap dapat mengotori dan mencoreng nama baik kampung atau daerah itu.

Nah, kalau kamu kedapatan melakukan kumpul kebo di daerah yang seperti ini, kamu dan pasangan kencanmu bisa-bisa diusir di kampung itu, bahkan bisa-bisa kamu diarak keliling kampung dengan tujuan agar kamu merasa jera dan malu telah melakukan kumpul kebo, selain itu hal ini dilakukan agar orang lain di kampung atau di daerah itu tidak berani melakukan hal yang sama dilain waktu.

tapi disebagian daerah lain tidak demikian, terutama di kota-kota metropolis yang telah mengalami pergeseran budaya. misalnya budaya gotong royong dan kebersamaan sudah berganti menjadi budaya individualitas dan materialistis. masyarakat yang kayak gini, nih, biasanya nggak kenal sama tetangga kanan kiri. nggak peduli apakah tetanga kanan kirinya susah atau senang, kenyang atau kelaparan, sakit atau sehat, dan terganggu atau tidak dengan polahnya, baginya hanya ada satu kata; masa bodoh, peduli amat, elu-elu, gue-gue, emang elu siapa gue? nah di masyarakat yang seperti ini kumpul kebo itu biasa saja. nggak masalah lagi, terserah situ mau kumpul kebo kek, mau kumpul sapi kek, atau kumpul apalah,,,, its up to you.

disamping pergeseran budaya gotong royong dan kebersamaan, masyarakat kota yang metropolis itu juga mengalami pergeseran budaya religius, budaya religius sudah berganti dengan budaya yang nonreligius. masyarakatnya sudah tidak peduli lagi dengan nilai-nilai moral dan agama. semua serba boleh dan semua serba dibiarkan, asal situ merasa enjoy dan tidak mengganggu privacy dan kesenangan orang lain, silahkan saja. nah lingkungan dan masyarakat yang seperti ini, sebuah surga bagi kamu yang gemar melakukan kumpul kebo. makin tidak ada yang peduli, makin enjoy kamu menjalani kehidupan yang mirip suami-istri itu, memang kondisi yang kayak gini inilah yang kamu tunggu dan cari-cari.

kondisi yang semacam ini kini tampaknya bukan menjadi monopoli kota-kota besar saja, lho. daerah pedesaan yang terpencil pun kini sudah mulai terjangkit virus yang sama, yah... dengan kemajuan teknologi informasi, baik melalui televisi, radio, surat kabar, internet maupun media-media massa lainnya, daerah-daerah terpencil pun perlahan-lahan juga mulai merangkak maju dan mengalami pengaruh budaya, tidak terkecuali pula budaya-budaya yang cenderung negatif seperti kumpul kebo tadi.

Alhasil, praktek kumpul kebo pun mudah ditemui dimana-mana. bukan cuma di kota, melainkan juga sampai di pelosok desa. hal itu dialakukan biasanya dengan dalih ingin mengenal pasangan secara lebih baik, bagi sebagian kamu, kumpul kebo dianggap sebagai sarana yang tepat untuk melatih diri sebelum mengarungi kehidupan rumah tangga yang sesungguhnya. dengan tinggal bersama satu atap meski tanpa ikatan yang sah, kamu berdalih bisa saling mengenal lebih dalam tentang sifat, kebiasaan, dan karakter pasangan kamu. hal ini menurut kamu perlu dilakukan agar jika berumah tangga kelak, kamu bisa menghindari perselisihan yang mengarah pada perceraian 

kamu tidak ingin terjebak dalam budaya kawin cerai seperti yang marak juga terjadi ditengah masyarakat. untuk apa menikah kalau hanya akan berakhir dengan perceraian? nah bagi kamu, kumpul kebo merupakan jalan yang terbaik untuk menghindari hal itu.

demikian artikel tentang kumpul kebo ini, semoga menjadi bahan refrensi dan juga sebagai pelajaran bagi kita semua,

wassalam



Baca Yang ini Juga Ya....

1 komentar: